Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, UKDC menggelar Upacara Kemerdekaan dengan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk meneguhkan rasa cinta tanah air sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Upacara berlangsung di lapangan parkir UKDC dan diikuti oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, para dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa dari berbagai jurusan. Rektor UKDC, Adrian Adiredjo, hadir langsung sebagai Inspektur Upacara. Kehadiran beliau menjadi simbol penting dalam menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan kampus.
Rangkaian upacara terlaksana dengan baik, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih oleh pasukan Paskibra,pembacaan teks Proklamasi yang mengingatkan kembali akan detik-detik kemerdekaan, hingga mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia.
Upacara peringatan kemerdekaan ini semakin khidmat dengan hadirnya paduan suara Benedicamus Chante yang turut menuangkan suara indah mereka. Lantunan lagu kebangsaan dan persembahan vokal dari paduan suara ini memberikan nuansa haru sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme seluruh peserta upacara.
Dalam amanatnya, Rektor Universitas Katolik Darma Cendika, Adrian Adiredjo, membacakan pidato resmi dari Gubernur Jawa Timur. Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menghidupi semangat perjuangan para pahlawan bangsa.
Pidato tersebut juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta menghadirkan inovasi di berbagai bidang demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju. Melalui pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Uniknya, seusai upacara, sebagian anggota Paskibraka menunjukkan rasa haru dan bangga karena telah menyelesaikan penugasan yang penuh tanggung jawab dengan baik. Air mata kebahagiaan tak bisa terbendung, menandakan betapa besar perjuangan, latihan, serta disiplin yang mereka jalani demi mengibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna.

“Aku bangga bisa menjadi bagian dari pengibar bendera pada momen sakral itu. Setiap latihan yang melelahkan akhirnya terbayar ketika merah putih berhasil berkibar. Rasanya agak terharu, bahkan hampir menangis di lapangan,” ujar Vero, salah satu anggota Paskibraka pembawa bendera.
Momen ini menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme tidak hanya hadir dalam simbol upacara, tetapi juga tertanam dalam hati para generasi muda yang siap melanjutkan cita-cita bangsa.
Melalui peringatan ini, UKDC menegaskan komitmennya untuk terus menanamkan nilai kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air di kalangan sivitas akademika. Semangat perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi dalam melangkah maju, membangun bangsa melalui pendidikan, dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
(Stephanie Chrismandani)