Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat bersama komunitas perempuan Desa Jolosutro, Blitar, yang dibina oleh Uti Rosa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunitas perempuan dalam mengelola usaha sabun dan lulur herbal, khususnya melalui pendampingan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, serta pencatatan keuangan usaha.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Agustus, ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi UKDC untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari sekaligus berbagi pengetahuan dengan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, kreatif, dan budaya yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Pada hari pertama, 14 Agustus, mahasiswa Program Studi Akuntansi turut mendampingi kegiatan bersama Program Studi Akupuntur dalam praktik pembuatan sabun dan lulur berbahan herbal alami. Peserta diajak mengenal proses pembuatan produk mulai dari tahap awal hingga menjadi produk yang siap digunakan. Selain itu, mahasiswa dan masyarakat juga mempraktikkan pembuatan kristal gula jahe atau permen jahe, melalui proses pemasakan dan pengadukan hingga menghasilkan kristal. Produk ini dikenal sebagai salah satu olahan jahe yang dapat dinikmati untuk memberikan rasa hangat pada tenggorokan.
Pada sore harinya, mahasiswa diajak oleh Uti Rosa untuk mengenal lingkungan Pantai Jolosutro. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan mengamati ekosistem pesisir, menikmati keindahan alam, serta mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat setempat. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan tempat penangkaran penyu yang berada di kawasan tersebut. Pengalaman ini menjadi kesempatan untuk belajar mengenai potensi alam dan lingkungan Jolosutro, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian ekosistem pesisir.
Memasuki hari kedua, 15 Agustus, kegiatan berfokus pada pendampingan pengelolaan keuangan usaha. Mahasiswa Program Studi Akuntansi memberikan sosialisasi mengenai penghitungan HPP untuk mengetahui biaya yang dibutuhkan dalam memproduksi sabun dan lulur, penentuan harga jual yang sesuai, serta pencatatan keuangan sederhana. Masyarakat diajak memahami cara mencatat uang masuk dan uang keluar agar pengelolaan usaha dapat dilakukan secara lebih teratur dan terukur.

Selain pendampingan keuangan, mahasiswa turut berdiskusi bersama komunitas mengenai pengembangan Sanggar Gayatri ke depannya. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga membantu membuat logo baru untuk sanggar sebagai bagian dari upaya mendukung identitas dan pengembangan komunitas.
Kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan konten bagi anak-anak dan remaja di Jolosutro. Mahasiswa berbagi pengetahuan mengenai teknik pengambilan video, penataan pencahayaan, cara memegang kamera dengan benar, serta menentukan posisi objek atau komposisi gambar yang tepat. Suasana pelatihan berlangsung menyenangkan melalui praktik langsung dan interaksi yang akrab. Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan keterampilan dasar dalam membuat konten digital.
Pada hari ketiga, 16 Agustus, kebersamaan dilanjutkan melalui kegiatan memasak dan makan bersama anak-anak Jolosutro. Momen ini menjadi ruang untuk saling mengenal dan mempererat kedekatan antara mahasiswa dengan masyarakat. Mahasiswa juga berkesempatan belajar memainkan gamelan, kesenian yang telah dikenal dan dikuasai oleh sejumlah anak di sana, termasuk mereka yang memiliki keterampilan menari. Kehadiran dosen UKDC yang datang untuk menjemput mahasiswa pun disambut hangat melalui permainan gamelan oleh anak-anak setempat.
Sebelum kembali ke Surabaya, mahasiswa mengikuti kegiatan pelepasan penyu. Pengalaman tersebut menjadi penutup yang berkesan dari rangkaian pengabdian masyarakat di Jolosutro, sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat upaya pelestarian satwa dan lingkungan pesisir.
Selama tiga hari kegiatan, antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi mahasiswa. Kehadiran mereka disambut dengan ramah oleh warga yang aktif berinteraksi dan menunjukkan ketertarikan selama kegiatan berlangsung. Dalam sesi pendampingan, masyarakat juga memperlihatkan kemauan untuk belajar dan memahami materi yang diberikan, terutama mengenai pengelolaan keuangan usaha.
Melalui kegiatan ini, UKDC berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu komunitas perempuan Desa Jolosutro mengembangkan usaha sabun dan lulur herbal secara lebih terarah, mulai dari proses produksi hingga pengelolaan keuangan. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa.
Pengabdian masyarakat ini juga menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat tumbuh melalui langkah-langkah sederhana: belajar bersama, berbagi keterampilan, mengenal potensi lokal, dan membangun hubungan yang saling mendukung antara perguruan tinggi dan masyarakat.
(Stephanie Chrismandani)