Partisipasi Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) dalam ajang 2nd ICBRIGHT 2026: International Conference on Building Research Initiatives and Growth in Higher-level Teaching pada tanggal 18-19 Juni 2026 menandai langkah signifikan institusi dalam kancah riset global. Konferensi yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA) ini mengusung tema besar “From Sustainability Compliance to Strategic Value Creation”, yang menantang para peneliti untuk mengeksplorasi bagaimana praktik keberlanjutan dapat diintegrasikan menjadi strategi penciptaan nilai jangka panjang bagi organisasi. Kehadiran delegasi UKDC dalam forum ini tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai kontributor aktif yang berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi melalui karya mahasiswa yang diakui secara internasional.

Puncak prestasi UKDC dalam konferensi ini diraih oleh Natalia Deswita dan Lusy yang dianugerahi penghargaan 3rd Best Paper (Student Category). Karya ilmiah mereka yang berjudul “When Institutional Ownership Fails: Financial Performance And Tax Avoidance In Emerging Markets” memberikan analisis tajam mengenai dinamika struktur kepemilikan dan dampaknya terhadap kepatuhan pajak serta kinerja keuangan di negara-negara berkembang. Penelitian ini menjadi sangat relevan dalam konteks tema konferensi karena menyoroti kegagalan pengawasan institusional yang dapat menghambat penciptaan nilai strategis perusahaan. Pengakuan ini mempertegas kualitas bimbingan akademik dan kapasitas riset mahasiswa UKDC di tingkat internasional.

Selain penghargaan tersebut, UKDC memaparkan enam artikel ilmiah lainnya yang mencakup spektrum luas dalam bidang akuntansi, manajemen, dan keuangan hijau. Dalam bidang perpajakan, Salvator Adventus Hector Bintang dan Anita Permatasari mempresentasikan “The Effect Of Capital Intensity, Leverage, And Firm Size On Tax Avoidance: Evidence From Manufacturing Companies Listed On The Indonesia Stock Exchange (Idx) For The Period 2022–2024”, sementara Yanuar Simeon Lelo dan Vincentia Devina Setyawati mengkaji “Influence Corporate Social Responsibility, Leverage And Capital Intensity To Aggressiveness Tax”. Kedua riset ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang mendorong agresivitas pajak di Indonesia, yang sangat berkaitan dengan dimensi transparansi pajak yang dibahas dalam sesi pakar konferensi.

Transformasi menuju ekonomi hijau dan tata kelola yang berkelanjutan juga menjadi fokus utama riset delegasi UKDC lainnya. Yosef Pranata dan Richard Andrew memberikan kontribusi melalui artikel berjudul “Carbon Tax As A Policy Instrument For Supporting Green Finance”, yang sejalan dengan diskusi internasional mengenai instrumen keuangan hijau. Di sisi lain, Ruth Trenyce Rade Tahulending dan Yohanes Fabiyola Halan menyajikan pemetaan riset masa depan melalui “Research Trends And Future Directions On Sustainability Reporting And Firm Value: A Systematic Literature Review And Bibliometric Analysis”. Sementara itu, Oktafiana Kristiani Nongkur dan Stanislaus Adnanto Mastan mendalami peran manajemen laba dalam menghubungkan tata kelola dengan kinerja melalui artikel “Bridging Governance And Sustainability To Financial Performance: The Mediating Role Of Earnings Management In The Food And Beverage Sector”, dan Alessandro Franciscus serta Lilik Indrawati membawa perspektif pemasaran melalui “The Influence Of Brand Awareness, Word Of Mouth (WOM), And Trust On Purchasing Decisions At Hokky Merr Surabaya”.

Seluruh rangkaian riset ini didiskusikan dalam konteks yang lebih luas bersama para pembicara utama yang membahas isu-isu krusial seperti “Does Sustainability Really Prevent Bankruptcy? Evidence from Financial Distress Models” oleh Prof. Cindy Yoshiko Shirata dan “Forensic and Ethical Dimensions in Green Finance and Tax Transparency” oleh Dr. Pascoal. Pada hari kedua, para peneliti UKDC juga mendapatkan wawasan mengenai “Beyond Compliance: How Sustainability Performance Metrics Drive Long-Term Organizational Value” dari Prof. Dr. Erwin Saraswati serta eksplorasi teknologi dalam “How Big Data Reshapes Managerial Decision-Making in Sustainability Contexts” oleh Tarsisius Renald Sudanda. Partisipasi yang mendalam ini membuktikan komitmen UKDC dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik global tetapi juga memiliki aplikasi praktis yang relevan bagi perkembangan industri dan kebijakan publik.