Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) memasuki usia ke-40 tahun. Momentum empat dekade perjalanan UKDC dirayakan melalui rangkaian Dies Natalis dengan mengusung tema In Veritate Crescimus yang berarti Dalam Kebenaran Kita Bertumbuh. Puncak perayaan Dies Natalis diselenggarakan di Vidya Loka Lantai 2 UKDC dan dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari jajaran rektorat, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Perayaan tersebut juga dihadiri langsung oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, Uskup Keuskupan Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Darma Cendika.

Perayaan Dies Natalis ke-40 ini menjadi bentuk ungkapan syukur atas perjalanan panjang UKDC sekaligus momentum untuk merefleksikan berbagai karya dan kontribusi yang telah dilakukan selama empat dekade. Tema In Veritate Crescimus menjadi semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus bertumbuh dalam kebenaran, membangun kebersamaan, serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

Rangkaian acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh RD. Dominicus Mardiyatto. Dalam doa tersebut, seluruh hadirin diajak untuk mensyukuri rahmat dan penyertaan Tuhan dalam perjalanan panjang UKDC. Doa menjadi pengingat bahwa di balik setiap pencapaian yang telah diraih, terdapat doa, kerja keras, serta kebersamaan dari berbagai pihak yang turut membangun dan mengembangkan UKDC.

Kehadiran Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan Dies Natalis tahun ini. Dalam homilinya, Bapak Uskup mengajak seluruh sivitas akademika untuk memahami kembali makna nama Darma Cendika. Ia menyampaikan bahwa seorang cendekiawan bukan hanya seseorang yang memiliki kecerdasan secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan mampu memberikan dampak bagi lingkungan di sekitarnya.

“Darma Cendika digagas oleh para cendekiawan. Istilah cendekiawan bukan hanya orang yang pintar secara ilmu, tetapi memiliki juga kecerdasan emosi dan kecerdasan lainnya serta mampu berdampak bagi sekitar. Semoga setiap bagian Universitas ini dapat menjadi cendekiawan yang sama seperti para pendiri yang dahulu,” ujarnya.

Suasana perayaan semakin meriah melalui berbagai penampilan seni dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UKDC. Penampilan tersebut melibatkan UKM Kolintang, UKM Paduan Suara, UKM Dance, dan UKM Band. Tidak hanya mahasiswa, tenaga kependidikan juga turut memberikan persembahan khusus dengan membawakan lagu Heal the World. Penampilan tersebut berlangsung interaktif karena para tenaga kependidikan turut mengajak sivitas akademika untuk maju dan bernyanyi bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dalam perayaan Dies Natalis.

Salah satu agenda penting dalam perayaan Dies Natalis ke-40 adalah peluncuran St. Thomas Aquinas sebagai Santo Pelindung UKDC. Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo juga memberkati lukisan St. Thomas Aquinas yang menjadi simbol pelindung dan inspirasi bagi kehidupan akademik di UKDC. Kehadiran St. Thomas Aquinas diharapkan semakin memperkuat identitas UKDC sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, iman, ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Perayaan empat dekade UKDC juga ditandai dengan persembahan Buku Refleksi Momentum 40 Tahun UKDC. Buku tersebut memuat refleksi perjalanan dan pengalaman dari 40 orang yang dipilih untuk membagikan kisah, kesan, serta pengalaman mereka selama menjadi bagian dari UKDC. Buku ini menjadi dokumentasi perjalanan empat dekade sekaligus bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang telah mengambil bagian dalam perjalanan UKDC.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa yang telah menunjukkan prestasi dan membawa nama baik UKDC melalui berbagai bidang. Penganugerahan tersebut juga menjadi dorongan bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan memberikan prestasi terbaik.

Dies Natalis ke-40 UKDC bukan sekadar peringatan bertambahnya usia institusi, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan dengan semangat baru. Berbagai persembahan dalam rangkaian Dies Natalis, mulai dari Buku Refleksi Momentum 40 Tahun UKDC, peresmian St. Thomas Aquinas sebagai Santo Pelindung UKDC, hingga berbagai karya dan apresiasi bagi sivitas akademika, menjadi gambaran semangat UKDC untuk terus bertumbuh dan berkarya.

Dengan semangat “In Veritate Crescimus”, UKDC diharapkan terus menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Empat puluh tahun menjadi sebuah perjalanan yang penuh cerita, karya, dan tantangan, sekaligus menjadi pijakan untuk melangkah menuju masa depan dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Darma Cendika.