Dalam suasana penuh khidmat dan sarat makna, UKDC resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Pada hari Kamis, 21 Agustus 2025, Victor Imanuel Williamson Nalle resmi dilantik sebagai Rektor UKDC periode 2025–2029.
Pelantikan berlangsung di Aula Vidya Loka lantai 2 UKDC dan menjadi momen bersejarah bagi sivitas akademika. Prosesi yang digelar dengan tertib ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dosen, guru besar, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Kehadiran Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, memberikan makna mendalam karena doa dan restu beliau menandai awal perjalanan kepemimpinan baru di UKDC.
Acara dimulai dengan doa pembuka yang dipimpin oleh RD. Dominicus Mardiyatto, dilanjutkan sambutan Ketua Yayasan Darma Cendika, Luky Widjaja, yang menitipkan harapan besar bagi Rektor baru untuk melanjutkan langkah transformasi universitas.
Memasuki inti acara, dilakukan pengambilan sumpah jabatan dan prosesi pelantikan, yang ditandai dengan pengalungan gordon kepada Rektor baru. Momen ini semakin bermakna karena disertai dengan pemberkatan dan doa oleh Uskup Surabaya, yang menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal amanah akademik, melainkan juga panggilan untuk melayani dengan penuh integritas dan kasih.
Pelantikan juga diwarnai dengan pemutaran video ucapan terima kasih yang ditujukan kepada Rektor sebelumnya, Romo Adrian Adiredjo, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Romo Adrian Adiredjo yang penuh rasa syukur dan kehangatan.
Dalam pesannya, beliau menyampaikan ucapan perpisahan serta pesan mendalam bagi seluruh sivitas akademika agar tetap menjaga semangat persatuan, kolaborasi, dan pelayanan dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi.
Usai sambutan Romo Adrian, Rektor baru memberikan pidato perdananya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan visi dan arah kepemimpinan yang berfokus pada penguatan pembelajaran yang lebih personal kepada mahasiswa. Ia melihat dunia perguruan tinggi terjebak pada praktik pembelajaran massal sehingga interaksi personal dosen dan mahasiswa melemah.
“UKDC perlu menawarkan pengalaman personal, relasi dekat dosen-mahasiswa, memberi keunggulan pada pembelajaran berbasis nilai,” ujar Victor.
Pesan tersebut seolah menjadi penegas arah bahwa kepemimpinan bukan hanya soal tanggung jawab duniawi, tetapi juga panggilan iman, sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, kerendahan hati, serta dedikasi bagi kebaikan bersama.
Dengan semangat baru yang menyala, UKDC menatap masa depan dengan optimisme menjadi rumah ilmu, iman, dan pengabdian yang terus menebarkan cahaya, tidak hanya di Surabaya, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia.
Acara kemudian ditutup dengan sambutan dan pesan dari Uskup Surabaya, yang memberikan dukungan moral dan doa khusus bagi Rektor baru. Beliau menekankan pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang berakar pada iman Kristiani, agar UKDC tetap menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk pribadi-pribadi yang berkarakter dan melayani.

Pelantikan ini tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan semata, tetapi juga simbol perjalanan panjang UKDC dalam mengabdi pada dunia pendidikan, Gereja, dan bangsa.
Dengan semangat kebersamaan seluruh sivitas akademika, di bawah kepemimpinan Victor Imanuel Nalle, UKDC diharapkan mampu melangkah semakin jauh, meneguhkan identitasnya sebagai universitas yang unggul dalam pengembangan Characterpreneurship.
(Stephanie Chrismandani)