Minggu 8 Januari 2026, UKDC mengadakan Kembali bakti sosial untuk Masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan, kegiatan ini di inisiasi oleh Prodi Akupunktur dan Pengobatan Herbal UKDC dengan mengundang ahli tuina Didik Waluyo, Ir., S.TR. M.Kes.,MAMTC. Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa hari yang diawali dengan pelatihan bagi para audiens tentang bagaimana memahami titik terapi dalam tuina serta Tindakan yang harus dilakukan, puncak kegiatan ini adalah bakti sosial yang ikuti oleh mereka yang memiliki keluhan. UKDC sendiri mempunyai prinsip Universitas bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga penggerak bakti sosial untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini baksos merupakan bentuk nyata peran UKDC dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Prodi Akupunktur UKDC dan bakti sosial terus berdampingan dalam menunjukan kontribusi secara langsung dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan bakti sosial akupunktur ini mengingatkan kita bahwa seluruh aktivitas perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian—pada akhirnya selalu berpusat pada masyarakat. Ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi menemukan maknanya ketika benar-benar melayani dan memberi manfaat nyata bagi sesama.” ucap Ony Priskila selaku Kaprodi Akupunktur dan Pengobatan Herbal di UKDC

Gambaran ini merupakan bentuk nyata peran dosen maupun mahasiswa dalam mengimplementasikan sebuah ilmu, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan, tetapi juga sebagai perubahan sosial yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan sivitas akademika dalam bakti sosial mencerminkan adanya korelasi yang kuat antara aktivitas akademik dan tanggung jawab sosial, sehingga ilmu dan kompetensi yang dimiliki dapat diaplikasikan secara nyata sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan bakti sosial diharapkan mampu memperkuat hubungan antara kampus dan juga masyarakat untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Adapun Robertus Adi mengatakan “Melalui kegiatan ini, UKDC menunjukkan semangat giving back: mengembalikan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dari keberadaan perguruan tinggi itu sendiri. Tanpa masyarakat, seluruh proses akademik akan kehilangan arah dan makna. Karena itu, bakti sosial akupunktur ini bukan sekadar kegiatan layanan kesehatan, tetapi wujud nyata nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial universitas.”