Seminar dan Workshop CITICON bertema “Gempa Ready: Material Tangguh, Arsitek Hebat” diselenggarakan pada Kamis, 9 Juli 2026, di Ruang Seminar Timur, Gedung Vidya Loka, Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC).
Kegiatan ini menghadirkan CITICON, pelopor produk beton ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete) pertama di Indonesia. Seminar menghadirkan Ibu Dini Sari selaku Product Development Manager PT Citicon Nusantara Industries sebagai narasumber, dengan Bapak Anas Hidayat, S.T., M.T., dosen UKDC, sebagai moderator.
Melalui seminar ini, peserta diajak memahami pentingnya peran arsitek dalam merancang bangunan yang aman dan tangguh terhadap bencana, khususnya gempa bumi. Mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang memiliki tingkat aktivitas seismik tinggi, pemahaman mengenai prinsip bangunan tahan gempa menjadi kompetensi yang perlu dimiliki oleh setiap calon arsitek. Salah satu aspek yang dibahas adalah pentingnya pemilihan material yang tepat sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kinerja bangunan.
Bata ringan CITICON menjadi salah satu contoh material yang mendukung konsep bangunan tahan gempa. Dengan bobot yang lebih ringan dibandingkan material dinding konvensional, bata ringan dapat membantu mengurangi beban mati bangunan sehingga gaya yang diterima struktur saat terjadi gempa menjadi lebih kecil. Selain itu, material ini memiliki dimensi yang presisi sehingga mendukung kualitas konstruksi yang lebih baik apabila dipasang sesuai standar.
Namun, bangunan tahan gempa tidak hanya bergantung pada pemilihan material. Seorang arsitek juga perlu mampu mengintegrasikan material dengan konsep desain, sistem struktur, serta kaidah konstruksi yang tepat agar menghasilkan bangunan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Untuk melengkapi pemahaman tersebut, peserta juga mengikuti sesi pelatihan praktik teknik pemasangan bata ringan CITICON, sehingga tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga pengalaman langsung mengenai penerapan material di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memperluas wawasan mengenai prinsip bangunan tahan gempa serta memahami pentingnya memilih dan menerapkan material yang tepat dalam proses perancangan. Dengan bekal tersebut, calon arsitek diharapkan mampu menghasilkan karya arsitektur yang tidak hanya memenuhi aspek estetika, tetapi juga mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan ketahanan bangunan.
